karena kau adalah satu-satunya alasan

dalam Pagi. dalam sehelai demi sehelai Kabut yang kusibakkan dengan langkah dan ketetapan hati. tak kuhayati beku lajur Air yang bersikeras mencengkeram. tak kubebaskan harum tubuhmu dihilangkan dingin Udara yang berputaran tentu arah. tak kusisakan sedikit pun kekerdilan bertahta angkuh di ruang dada. tak akan. tak akan. karena kau adalah satu-satunya alasan.

dalam Pagi. dalam sehelai demi sehelai Kabut yang kusibakkan dengan langkah dan ketetapan hati. aku terus saja berjalan untuk menjemputmu datang. aku terus saja menguliti kepengecutanku selapis demi selapis dalam tatar tahapan. aku seperti tak lagi dihadapkan pada pengecualian. tak ada lain alasan. tak akan ada lain alasan. karena kau adalah satu-satunya alasan.

– – – – – – –

*sebuah interpretasi foto oleh Kuke terhadap karya Bambang Kusyanto

(foto oleh Bambang Kusyanto)
(foto oleh Bambang Kusyanto)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s