Pagi dalam Rindu yang kembang-kempis

aku mendengar Hujan. belum pergi. masih menemani Pagi memelukku rapat-rapat berlapis Selimut dan rasa Rindu yang kembang-kempis. begitu aku memilih membuka Pintu dan keluar, Hujan malah memilih hening, menarik sebelah tanganku yang lain, menggiring mataku pada Langit agar menatapnya baik-baik. tadinya aku mau main bersama Hujan, mereka malah pergi, dan menyuruhku meraih kebahagiaan lain dalam dingin yang rasanya semakin menjadi ~_~

ketika Langit memintaku berdoa, aku tersipu dalam kemerahan-tomat muka yang baru diseka dan belum disuruh mandi. aku ingin ia yang belum bernama itu bisa dapat kemurahan hati hari ini, dan kembali, hingga zona +8 itu berganti +7 yang masih setia kukitari menjelang +9 yang rasanya tak ingin berhenti dimimpi. Burung-burung sontak menjawab dan Hujan kembali merintik, tersenyum padaku manis sekali.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s