Purnama Doa di Gunung Padang

Sinar Purnama menjadi penerang langkah. Tapak anak tangga pertama, tapak anak tangga kedua, melaju tiga empat lima, hingga ratusan mengelukan lidah. Angin mendetakkan tetabuhan pada Batu-batu dan terdengarlah untaian Pentatonik Nada. Gunung Padang bernyanyi menyambut kedatangan para Pelantun Doa.

Situs Gunung Padang merupakan peninggalan megalitik terbesar di Asia Tenggara. Lima teras punden berundak seluas 4,5 hektare tersebut diperkirakan memenuhi ruang datar seluas 900 m2 dan dipenuhi bebatuan vulkanik berusia 4000 – 9000 SM (Sebelum Masehi). Situs megalitik Gunung Padang ini sendiri dinyatakan berasal dari periode 2500 – 4000 SM, artinya ia telah ada sekitar 2800 tahun sebelum Candi Borobudur berdiri, bahkan lebih tua lagi dari Machu Picchu yang sudah mengisi banyak impian Pengelana Dunia. Namun keduanya ditaksir sama menerima beragam puja-puja tertinggi masyarakat terdekatnya. Terlebih bila Purnama dan Bintang-bintang penghuni Bima Sakti melengkapi kemegahan juga keanggunannya.

Malam semakin merekat, Mantram Doa melangit bersama keyakinan-keyakinan jiwa Manusia yang dihangatkan titik-titik Api kecil, mengitari satu batu paling bertuah. Campaka Cianjur tak pernah benar-benar lelap jadinya. Sekeutuhan malam dipenuhi Doa, dan Gunung Padang masih dipeluki Purnama.

– – – – – – –
Terbaik ke-3 Lomba Penulisan Feature
Lokakarya Publikasi Kebumian
Badan Geologi Bandung
15 Januari 2013

(foto oleh Pak Fotografer Badan Geologi Bandung)
(foto oleh Pak Fotografer Badan Geologi Bandung)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s