terima kasih bahagianya

bagaimana harus menyatakannya? aku sampai pada pikir aku hanya hilang keterhubungan dengan ragam Kata. karena kau pun ternyata bukan malah memberikan mereka. kau sepenuhnya menjelma ada. dihadapanku, membawakan apa yang hatiku pinta. membawakan bentuk dalam seruang hampa. hingga Malam aku rasa dipenuhi Pelangi lebih dari Tujuh Warna.

bagaimana aku memberimu nama? apa gerangan dirimu yang meruahi raga? apakah kau Tuan Jiwa? karena itulah titik pertama kau menangkapi sekeutuhanku berada. ah, tapi Tuan J-i-w-a? Tuan Jiwa? apa kau akan suka? atau seperti biasa aku hanya akan mendengar kau berkata, “gue ga masalah. apa aja suka.”?

entahlah. Angin-ku mendadak terdiam dan sekedar mengambang Udara. Laut-ku berhenti bergejolak dan kebeningannya menjelma Cermin terhadap Cakrawala. aku bahkan kian terbingung hendak memberi nama apa. bisa kubilang: aku bahagia. sebentaran tadi ada Detik yang menggaungkan di telinga bahwa ini rasa macam setiap kali Langit berusaha agar aku terjaga dipenuhi kecerahan damai bersuka. aku semakin susah menafsirkan engkau sesungguhnya siapa. meski begitu: terima kasih bahagianya ~_~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s