ini untuk: Waktu

detik, menit, jam, hari, bulan, tahun tak pernah menjadi terdakwa atas jejak yang diberi nama ‘Luka’. selamanya tak akan pernah. karena bukan mereka, bukan Waktu yang leluasa berkehendak.

maka segala ingatan kelam, pergilah. maka semua perih, sirnalah. maka benci dan dendam, jangan lagi coba-coba mendekat lalu berkemah. maka cinta biarlah istirah pada wadah beraroma damai seadanya Pagi yang menyambut bangunku dari sebuah singkat kematian berhingga.

aku bukan sedang bernama Angin, bukan pula menjelma Bulan, tidak sedang berjiwa Laut. aku hanya sedang menjadi diriku yang bahkan belum sepenuhnya terkuliti penuh. aku sedang menghadapi wajah Si Waktu yang tertunduk lesu menyimpan rasa bersalah sedalam dan selama itu. aku tak tahu harus apa berlaku. aku memeluk dan menciuminya saja biar ia mengerti, itu tak perlu.

detik, menit, jam, hari, bulan, tahun tak pernah menjadi terdakwa atas jejak yang diberi nama ‘Luka’. selamanya tak akan pernah. dan aku tak berhak menuding dengan amarah, karena bukan mereka, bukan Waktu yang leluasa berkehendak.

..

Waktu, Waktu, duhai Waktu, bagaimana mungkin aku menjauhi dan bermuram menarik diri darimu? kau sendiri tahu, dan kau yang paling dulu lebih tahu, aku masih memerlukan kebaikan hati dan kerelaan hatimu untuk membiarkan si Luka mengering lalu punah utuh. tak ada alasan aku marah padamu. tak akan pernah aku marah padamu. biar semua ikut berlalu bersamamu. biar semua terikut mengalami rupa-rupa rasa agar genap perjalanan dan pelajaranku. aku tak marah padamu. ini peluk dan ciumku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s