menyapa Manglayang

Pagi. ini Kerajaan Pinus di mana Paduan Suaranya (yang ternama itu) masih terus bersedia mengiringi Orkestra Angin yang dipimpin langsung oleh si Panglima. aku suka semua ini. aku menikmati semua ini. dan Langit, dan Biru, aku kembali merasa terberkahi.

Pagi. aku bukan menantang Matahari. siapa aku berani benar melakukan itu berkali-kali entah sudah berapa hitungan hari? aku hanya ingin menerima keberkahannya yang diserta banyak kebahagiaan warna-warni rasa-rasi. dan Rerumputan sesungguhnya membiarkanku merasa tengah berada di hamparan alas perhentian terempuk se-Semesta tanpa pamrih.

Pagi. kini. aku berterima kasih pada Tuhan untuk semuaaaaaanya yang menghampiri dan melekati. meski nun di dasar hati aku masih terhiba penasaran bertubi: kenapa aku tak kebagian mendapat sambutan dari Nona Kabut lagi-lagi?

– – – – – – –

menghampiri Manglayang. suatu masa di awal Januari. 2013. bersama Pak Guru dan Kawan-kawan RKF (Rumah Kayu Fotografi)

(foto oleh mbak Inong, mas Ivan, si Kuke)
(foto oleh mbak Inong, mas Ivan, si Kuke)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s