aku diam dalam Nyanyian. aku diam dalam Hujan.

aku diam dalam Nyanyian. aku diam dalam Hujan. tak berharap apa-apa, namun seketika aku telah terbawa jauh ke satu dan sekian lihatan. satu per satu mereka meraih tangan. satu per satu mereka menarik mengajak, biar aku menikmati setiap celah kedamaian yang terhampar di kiri-kanan sisian. sedetikan aku mencium wangi tubuh Batari Ibu berkelebatan. berdetik kemudian sudah berganti aroma hangat Mi Rebus menggagalkan ketabahan lapar. rasanya ada yang kurang, tapi aku tak dibolehkan merasakan apa sebenarnya yang hilang. kesemuanya terus mengajakku bertarian.

aku diam dalam Nyanyian. — tersenyum. menghambur. berairmata tanpa ada yang ditangiskan.

aku diam dalam Hujan. — riang. membenamkan kaki. berbasahan hingga dingin saling mengingatkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s