Kaminari (aku pernah bernama)

aku baru sadar sewaktu titik-titik Hujan beralih alir deras beriringan Angin berhamburan. wajahku basah. tubuhku basah. senyumanku merekah. Awan-awan Abu bertabrak bergantian. Petir riang meningkahi dariku sebentuk tarian.

aku baru sadar, harusnya tak kulakukan. aku baru benar sadar, bukankah dulu Kaminari tersemat di tengah hamparan nama pemberian?

Hujan terus meningkahi Angin kian ruah berhamburan. Langit perlahan memutih dari gelap semula. aku sudah basah. aku sudah tak menari. Petir pun tak lagi bersahutan meningkahi. aku tak boleh sembarang menari. harus tetap kuingat, aku pernah menyandang nama Kaminari.

– – – – – – –

Bandung. Hujan usai tepat 12. hari masih terang. Petir bersahutan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s