dan Junghuhn

Kita memandang ke sebuah jurang yang kelam, sekan-akan menatap misteri terdalam gunungapi. Ketika saya untuk pertama kali sampai di titik ini, saat itu pula rasa takut menerpa diri saya. Lembah, jurang terhampar sunyi-senyap, begitu penuh misteri namun lewat bentuknya mereka bicara dan bahkan proses pembentukan mereka seakan mengatakan lalu mengingatkan, seolah-olah mereka menegur nafsu besar manusia untuk menyikapi misteri alam.

[Junghuhn, Pegunungan Tengger, 1844]

– – – – – – –
terbangun. tak bisa segera kembali tidur. ini dini hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s