heuh!

Poseidon, apa pentingnya aku harus jatuh cinta lagi lalu menikah? sejak kapan kebebasan dan kebahagiaanku seukuran dengaran dan lihatan Manusia sekalian penilaian-penilaiannya? kau sendiri lihat, Batari Ibu sendiri menyaksikan, betapa Manusia lebih suka menempatkan aku sebagai lelucon, lalu lain waktu menghina tak berkasihan. padahal, apa yang sudah aku lakukan? apa aku membunuh harapan atau mereka hanya tersindir segala kenafsuan?

Poseidon, kapan Batari Ibu akan membiarkan aku pulang? sebenar-benarnya aku bukan Penyelamat Dunia yang harus berlumuran darah pengorbanan lalu dihadiahi bertubi injakan Manusia kan? aku tak harus bertumbuh sampai jadi Digdaya Angin kan? mengapa tak membiarkan aku pulang? sampai kapan?!

# # # # #

*update: 04.12.2012 10:20 WIB*

lalu ketika Pagi terbuka jernih dalam kemendungan yang ditimbulkan arak-arakan Awan, hadirlah bayang Rumi sedikit menutupi jalan cahaya Matahari: “How will you know the difficulties of being human, if you are always flying off to blue perfection? Where will you plant your grief seeds? Workers need ground to scrape and hoe, not the sky of unspecified desire.

aaah..

ya. ya. seperti aku kembali terbodoh dengan kekerasan tanya ‘kapan’ dan ‘mengapa’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s