riangan Hujan

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)

..

itu riangan Hujan.

di tengah kegelisahan, umpatan, bahkan kemarahan yang terus menyalahkan.

..

lapaaar. hujan berhenti doooong! agh!

aing rek ulin! rek dahar! rek nonton! teu jadi yeuh! hujaaaan!!

“jemuranku belum keriiing. hujan ini gimana sih? aku dah ga punya bajuuu.”

iya, pak. maaf, pak. hujan, pak. besar sekali. angin. petir. tunda saja meeting-nya, pak.

“buuuu, hujan kapan berhentinyaaaaaa?? ini aku ada ujiaaaan.”

geus laaah. rek kumaha deui? ieuuuu luuur. hujaaaan badag!

hampuraaaa Gustiiiiii. tulungan hujaaan.

imah aing kabanjiran deui mun hujan badag siga kieuuuu bapaaaa.”

“ya mau bagaimana lagi? hujan sih. coba kalo nggak hujan. nggak akan batal kita.”

“duh! jemuran ga selamat ini. jemuraaan.”

“ini hujan maunya apa sih? ga cukup apa? tadi siang kan udah bikin kita kayak naik perahuuu. aaargh!”

“heeeuh!! kotor lagi ini mobiiiil. baru gue cuci tadi pagiii. siaaal!”

“udah deh. kalo gini modelnya, pasti banjir lagi deh. kenapa sih hujan ga bisa berhenti seminggu gitu?”

“gagal maning, gagal maning! mana ada senjaaaa kalau begini caranyaa. hujan sialan!”

@$(@#%@#@*)(*@#%^$

..

Hujan bukan tak punya telinga.

Hujan bukan tak bisa mendengar apa kata Manusia.

Hujan hanya terus melanjutkan apa yang jadi tugasnya.

..

lihat, itu riangan Hujan.

di tengah kegelisahan, umpatan, bahkan kemarahan yang terus menyalahkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s