dan ketika Malam masih saja menyaksikan Hujan

Angin rupanya sedang rajin menemani Hujan hari ini. tak mau lagi mengalun pelan. adanya berubah gagah memastikan pengawalan. sementara Halilintar? masih. ia masih riang bersemu garang. menemani perjalanan. mungkin biar Awan-awan tak kesepian. lalu aku? sebentaran tadi kembali melanggar peraturan, sebagai seorang Tahanan Kamar.

aku ingin Malam tak membiarkan sesiapapun tak tidur dengan tenang. aku ingin Malam tak membiarkan sesiapapun terbebat gigil berkepanjangan. aku ingin Malam tak lupa memakai Payung juga Jas Hujan biar tak seluruh-seluruh kitarannya terhanyut merana hilang. aku ingin Malam tak menjadi kedukaan jiwa-jiwa yang terlepas karena dipinta Tuhan. aku ingin keberkahan masih terus disebarkan Malam biar Manusia tak bermuka masam pada Semesta padahal apa sebenarnya yang perlu dimasamkan?

aku memang bukan Penyelamat Kehidupan. bukan pula satu yang mencoba setara Tuhan berkehendak. aku hanya melemparkan ingin-ingin jauh melayang menghampiri Awang-awang. lalu, dengan penuh kesadaran, menyisipkan sepanjangan ‘amiiin’ agar sudi kiranya Tuhan mengabulkan.

– – – – – – –

Bandung, 28.11.2012 – jelangan Maghrib hingga tepat adzan Isya berkumandang yang dipenuhi Angin, Hujan, Halilintar, tabrakan Awan-awan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s