Simfoni Hasta Brata

-1-

Matahari membuka. srengenge memenuhi hingga seluk-beluk rongga dada. Nada-nada memberi Ruh, menjadi Penyedia Nyala, tepat pada titik tujunya.

-2-

bergantian datanglah Rembulan. menyeimbangkan derai, menahankan ruah. Renjana retas. sebilah-sebilah. setitik-setitik. sekeutuhan birama nafas. sejuk damai menjalar. nyata.

-3-

Simfoni Kebiruan. pertanda kehadiran Harap Kehidupan. Bintang. berpendaran riang. bekejaran dalam hilang. setitik manis Gulali dalam sepanci Sayur Pare Pahit yang menegangkan.

aku pada akhirnya selalu kembali padamu di setiap Nadir dan Puncak kemuraman gelap. karena kau selalu ada di situ dengan segala keterindahan senyumanmu yang tak kenal ragu berdetak mendekap.

-4-

wuzzzz.. ssshhh..

kau dengar? mampukah kau jelas mendengar? Kelana memanggil. mengajakku mengAngin tanpa tersekat kuatir. aku menghamba pada ketakjelasan arah yang terbayar kebebasan menetapkan ke mana saja sapaanku bertandang ramah. Kelana tak salah tafsir. ia begitu memahami, namaku: Angin!

-5-

keluasan Langit terukir. tapi tak akan pernah jejak tertinggal sampai hari habis menjadi minggu, bulan, tahun, bahkan sebuah akhir. Hitam memBiru tanpa berjanji tak akan mangkir meMutih Abu. Jingga menutup hingga Lembayung surut menunduk sujud.

-6-

sampai kedamaian larung menelan segala kegelisahan, memusarkan keraguan, menghempaskan rupa-rupa kenistaan yang melekat tertinggal kemurnian. Antaboga menyerpihkan bencana. Dewaruci terlantun di sela-sela jalinan Ujung Cakrawala. mengalir melimpahi Samudra. Air lah gerangan ia.

-7-

percik-percik Agni meningkah dentam. saatnya Angkara dibakar tanpa ada banyak pilihan. mulia adalah alasan sebelum penuh tertelan Durjana. atau justru aku yang tak mau dipaksa membakar lebih dari yang sebenar-benarnya aku mau?

-8-

biarlah mengalun Kehidupan. biarlah ditanggungkan semua kesedihan, kepedihan, tanpa perlu tersirat kebencian. Ibu Bumi, betapa tiada kepamrihan itu membuatmu mampu meraup begitu besar daya yang menahankan banyak kemarahan.

..

MAKUTHARAMA (foto: Dokumentasi Wayang in Symphony)

..

..

*inspirasi: Wayang in Symphony – Makutharama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s