p u l a n g

aku tak perlu mempertanyakan apa artinya kau pada lain orang. setiap keresahan yang berkeras sebagai bentuk pendewasaan, setiap kesakitan yang bersikukuh mendenyutkan laju pertumbuhan; detak-detakmu memanggilku dari kejauhan, memintaku bersegera pulang. itulah bentuk penyelamatan yang tak bisa dilakukan sembarang, akan jiwaku yang entah kenapa menjadi Magnet bagi kesukaan juga Pisau-pisau Pembelah ketenangan. aku tak perlu meragukan apa yang kau kirimkan melalui Angin secara beruntutan. kau hanya ingin aku pulang, bergegas menyembuhkan.

aku tak perlu mempertanyakan seberapa berartinya kau pada lain orang. pun tak lagi butuh terlalu banyak pertimbangan mengoyak mengatasnamakan kedewasaan. kau tak mungkin salah bila terus menderu gebu memintaku bersegera pulang. ada luka yang harus segera disembuhkan. ada luka terlalu dalam yang harus segera dikeringkan atau selamanya ketimpangan mematikanku dengan senang. aku tak perlu meragukan apa yang kau titipkan pada Matahari, Rembulan, Bintang, bahkan Hujan. kau hanya ingin aku segera dalam dekapan, menjalarkan hangat kelegaan Udara dan kedamaian, tak lagi menunda penyembuhan.

aku tak perlu sedikit pun mempertanyakan apa artinya kau pada lain orang berkelebatan. kau Rumahku, aku sayang. di Ujung Cakrawala itu, selalu menantiku pulang demi kesetimbangan.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s