sepotong Cinta buat Selimut

aku berjingkat-jingkat biar tak rusuh setumpuk Udara dihadapanku. aku menahan napas biar tak terganggu Senyap yang sedang tidur di situ. damai kupandangi wajahmu. senyum lahir prematur didiriku. bergegas dalam ketakrusuhan kuraih dan kupeluk dirimu. biar kunyatakan cinta sampai datanglah Pagi membangunkan kita, wahai Selimutku. ya. aku cinta padamu. *kecup-peluk*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s