meLangit

aku kembali padamu. tepat ketika Biru bertandang ke rumah. sekilas saat Abu bersandar pasrah di jendela. tekun manakala Bulan merayu Matahari dan Bintang tegar berserak. mengalun setiap lalunya bangsa Awan bekejaran bukan tanpa maksud. tak kulihat wajahku muram. tak kuyakin bibirku senyum. aku hanya selalu kembali padamu. entah bagaimana akan kujelaskan perihal itu.

 aku kembali padamu. waktu Gelap bertahta dan Terang sadar mengalah. ketika Senja tak memaksa Merah pada geliat Musim yang kian tak terbaca. di detik Tarum menjelma menelan Kekuningan yang padam bersama tanda. berhimpitan detak-detak Jantung Kecilku yang terus memaksa menyerah. tak kulihat memucat wajahku suram. tak kuyakin binar telah menang melawan muram. aku hanya selalu kembali padamu. entah bagaimana akan kujelaskan perihal kesemuanya itu.

 engkau: Langit.

 padamu: Langit.

 aku kembali dan selalu kembali.

 padamu.

(foto oleh: Kuke)
(foto oleh: Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s