Hujan, jangan tak jadi datang

sudah tadi datang. kudengar derap-derap berjarak lebih dari satuan. aku bersiap riang. tak bisa menunggu sampai terlalu nanti, aku tergerak bersiap riang.

tiada Petir bersahutan, di seperlimabelas derap mendadak Hujan membisu dan menghilang. entah ke mana. entah berbalik arah. entah pulang. entah berang. entah kembali mengambang. berkali kuliukkan nada dan tubuh penuh kesadaran, Hujan tak juga kembali dari hilang.

*heiya yaya hei yayayaya.. hei yaaa huoooo..

Hujan, jangan tak jadi datang. aku bukannya terlalu kesepian. aku perlu kau untuk menurunkan demam.

*hening..

Hujan, jangan tak jadi datang. aku belum terpuaskan.

*memohon..

Hujan.. Hujaan.. Hujaaan.. jangaaan..

*Allahu akbar.. Allaaahu akbar..

aaah. ya. mungkin Hujan sedang khusyuk menghormati adzan. menunggu selesai kumandang. baru akan kembali tergerak datang.

*ya.. yaa..

Hujan, jangan tak jadi datang. aku (sesungguhnya) belum terpuaskan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s