aku curiga pada derak Pintu. aku curiga pada Suara-suara penanda kedatangan. aku curiga pada deretan Kata-kata yang masuk. aku curiga bahkan pada Waktu. siapa yang mendengar nafas memberatku? siapa yang merasa nyerinya setiap mili menciutnya jantungku? siapa yang memanas bersama gemeletar panas tubuhku? tak ada. tak ada sesiapa. meski Tuhan jelas-jelas selalu diam dekat menjaga. dan Udara tetap memelukku berusaha menyembuhkan setitik demi setitik luka yang dalam dan berdarah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s