dan semuanya membayangi

semuanya mendadak menjadi ‘serasa tidak mudah dilalui’. setiap jalan yang dipilih seperti hanya membawa berputar balik pada satu inti. ah, tidak tidak. bukan sama. jauh jauh jauh lebih lara malah. sudah tergores masih dihunjam. sudah ditikam malah terus dibawa bergerak dalam tanpa cabut, hingga itu luka entah apa masih tergolong akan reda atau sudah beralih jadi satu yang tak akan pernah tertutup sampai pergantian zaman.

semuanya mendadak menjadi ‘serasa begitu tidak sangat mudah untuk dilalui’. setiap jalan yang dipilih adanya hanya membawa berputar balik pada satu inti. gelap. lara. bergelimangan darah. ah, sudah! bagaimana bisa setiap tangis kesakitan adalah bahagia? jelas tak ada banyak pilihan! nyata bahwa sudah tak ada lagi yang mampu jadi alasan untuk tetap tinggal bahkan damai berdiam! sudah kan?!

semuanya mendadak ingin merebut Biru dariku, tak lupa Matahari dan segenap kehidupan yang menghidupiku. semuanya mendadak menjadi ‘serasa ingin membunuhku’ yang tengah takut tertidur dan ia datang meniadakan aku. semuanya membayangi. dan semuanya membayangi. lalu benci macam menyeringai perihal celah untuk meratu menempati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s