Malam. Hujan.

aku sudah menunggu Hujan tepat di saat ia berhenti berdendang. ketika kini ia kembali datang, aku yakin hatiku pastilah senang.

aku menciumi setiap titik Hujan tanpa malu pada Bintang-bintang. mereka rela bergantian menghapuskan lukaku yang sedang rajin mematang. biar apa kata orang, aku yakin hatiku pastilah benderang.

aku inginnya tak lagi pergi sang Hujan. tapi bagaimana mungkin mengikat kecintaan pada keterbatasan padahal rasamu melebihi sekian juta batasan? aku tak bisa dusta, selalu rindu pada Hujan. aku yakin ia tak pernah berkeberatan.

aku.. aku mencintai Hujan. karena ia selalu terbuka menerima kejujuranku tanpa banyak penilaian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s