Matahari

saya mulai kesulitan bernapas belakangan ini. rasanya tak butuh ribut menghabiskan energi karena saya sudah paham apa yang terjadi. bisanya saya kemudian adalah menekuri, berharap berdaya merayu Matahari agar tak sendu semu terlalu sering. tapi apa semudah itu semua berjalan di atas tititan yang tipis sekali? tidak. sudah tahu tidak semudah itu bahkan untuk sekedar berani bermimpi.

saya mulai kesulitan bernapas lega belakangan ini. rasanya kepala pun ikut terhimpit-himpit tekanan tak kasat mata yang wara-wiri. ada orang datang menawarkan rute teleportasi biar saya bisa berkuasa dan mengangkangi lebih dari sekedar Matahari. ah! apa-apaan ini? tidak! tidak tertarik! lebih baik saya kantungi Matahari. diam. pergi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s