pada sebuah esok hari

apa yang akan jadi menyenangkan dari sebuah esok hari? rasanya tak ada yang bisa menjamin apa pun bahkan ketika semua terlalu pandai berlagak janji. aku sendiri tampaknya sedang sangat malas demi sebuah esok hari. kupikir-pikir, otakku masih lepas dari kepala dan aku tak tahu kapan dia inginnya kembali. katanya sih mau jalan-jalan sebentar. “sebentaaaar sajaaaa..”, demikian tepatnya. tapi, lihat saja, sudah dua belas kali dentangan entah-itu-bernama-apa, dia tak juga kembali ke balik kulit kepala. membuatku kesal saja. apa yang harus kulakukan di sebuah esok jika dia terus mangkir waktu seenak-enaknya? aku tak siap membayangkan lidahku terjulur tanpa aba-aba untuk sebuah pose indah akibat hukum gantung yang diberlakukan karena aku tak membawa apa-apa dalam kepala.

apa yang akan jadi membahagiakan dari sebuah esok hari? rasanya tak ada yang bisa menjamin apa pun bahkan ketika semua terlalu lihai bermanis mulut. aku sendiri tampaknya sedang sangat marah pada sebuah esok hari. apa kau tak tahu kalau ia sudah membuat otakku lepas kendali? hemh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s