Butir Pagi September Jayagiri

satu terbingkai, lima terurai. demikianlah Butir Pagi September Jayagiri ini. satu gambar terbingkai, lima interpretasi terurai. satu sama lain saling lepas. dari satu, dua, tiga, empat, hingga lima.

tak perlu memaksakan diri menerimanya sebagai keunikan. rasanya tampak biasa saja. meski harus diakui masing-masing membutuhkan masa yang berbeda. ada yang dituliskan tepat berhadapan dengan proses terbitnya Matahari (ketika gambar dibingkai, 17 September 2012). ada yang baru bermunculan sepulangnya aku kembali dalam kekotaan.

satu terbingkai, lima terurai. itulah adanya Butir Pagi September Jayagiri. saling lepas, tak saling bercerita, hanya lompatan-lompatan yang bermunculan di kepala. tidak terlalu liar, meski tak tahu sudah jinakkah pertaliannya.

tak perlu memaksakan diri menerimanya sebagai keunikan. mungkin hanya aku yang terbawa dalam ragam perasaan. tapi setidaknya, mari nikmati formasi Tarian Kata-kata. jangan selalu mengabaikannya ~_~

– – – – – – –

1/

Tenda berembun. Jaket lapis tiga. Sarung mengurung. Topi Rajut masih butuh penyempurna. dua Daun Telinga gemerutuk. Gigi Geligi katup-katup. Airmata lupa mengalir. Darah segera cari penghangat. Api sudah jadi Bara. Timur bersemu Merah. sebentar Biru tak mau diduatiga. Jingga direngkuh Ungu hingga terajut Suarga. Kelam telah pulang. Terang sadar datang. riang para Burung nyanyi. sergap senang liuk Angin. Awan-awan lupa bergulung. hanya memanjang. terus memanjang. biar tak cemburu Gunung-gunung. Embun lanjut beranjak murung. Rumput jamu Nona Jamur yang sulung. Tuan Laba-laba tak lepas bergelantung. Mawar-mawar hambakan tengkuk pada Waktu dan kokok Ayam Pelung.

2/

aku tak berniat merebut Jingga darimu. bahkan bisa kupastikan tak akan ada sebutirmu pun akan terbawa bersamaku. aku biarkan kau memenuhi. aku biarkan kau tertarik sendiri, lekat di jemari hingga pipi. aku dengan senang membiarkan kau. hingga tak perlu kutakutkan airmata membasahi senyummu. hingga tak perlu kurisaukan tak mau lagi kau hadir di situ.

aku tak berniat mengurungmu dalam lingkung Kaca atau Plastik Warna-warna. bahkan bisa kupastikan tak akan ada sejumputmu kurebut paksa. aku biarkan kau riang membahana. aku serahkan kau pada lepasan Semesta, tak terikat pada sembarang Norma-norma. aku dengan senang mencerimati kau tanpa menyentuh dengan sengaja. hingga tak perlu kutakutkan tergores engkau karenaku lalu luka. hingga tak perlu kurisaukan tak mau lagi kau biarkan kupanggil-panggil itu nama.

3/

aku tak tahu pasal kau buta. sampai tiba saat terpaparlah cemburumu pada Jingga. kukira kenapa kau anggap sia-sia menyapa Langit senyumi Matahari tiap ada. aku baru tahu ternyata kau buta.

aku terlambat sadar bahwasanya kau seutuhnya buta. sampai tiba saat kau terus menghakimi keindahan mengatasnamakan gelintiran nyata. kukira kenapa kau sinis pada ragam aroma yang dipenuhi Ajaran Semesta. aku baru tahu ternyata kau lebih dari sekedar buta.

4/

kami berdiam dalam masing-masing diamnya kami. kami sesungguhnya tak pernah janjian untuk saling mengamati. bahkan kami tak saling berikrar untuk satu terhadap satu lainnya wajib mengikuti.

jika ini jalan darah, entah di mana hulunya aliran darah kami hingga mudah menghiba ingin dinyatakan sejalan arti. jika ini ikatan jiwa, entah apa dasarnya hingga layak keseluruhan dentam-dentam ini dinyatakan saling berpanggilan di dalam sini.

kami berdiam dalam masing-masing warangkanya kami. kami sesungguhnya tak punya pengikat untuk berakhir pada saling membutuhi. jelas sah kami tak saling bermaksud manakala menjadi Anak Angin dan Bapak Matahari. tapi sangat pasti kami telah bersitatap untuk kesekiankalinya bahkan di Jayagiri.

5/

— Butir-butir Pagi di dalam Udara.

— Butir-butir September buncahkan ceria.

— Butir-butir Jayagiri diresapi dengan mulia.

Jayagiri & Bandung, 17 – 20 September 2012

(foto oleh: Kuke)
(foto oleh: Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s