Bulan Sabit ketinggalan di Jendela

entah bagaimana awalnya, ada Bulan Sabit ketinggalan di Jendela. Jupiter menarik. Venus menahan. Bumi menyaksikan sampai-sampai perlulah aku dibangunkan. tak terbersit ingin menolongnya keluar lintasan. aku luncur tergelak dan urung mengabaikan Capella yang terpekik tertahan. entahlah, aku sendiri tak paham bagaimana awalnya, ada Bulan Sabit ketinggalan. dibiarkannya Jendela menghadang manakala sendirinya pasrah setengah pucat tanpa riasan. dihentakkannya Udara namun diam sekedar jadi balasan. diundangnya tangis biar hening keberisikan. apa daya tak ada yang terhancurkan. pias sudah Bulan Sabit belum sempat siap menyambut Surya di seberang dengan berdandan.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s