ada Nona menunggu Hujan

alkisah Malam masih terlalu jauh dari Gerbang Kedatangan. Senja memanjang di baris melekat tajuk antrian. Petang terajang tajamnya Belati Kenyataan. Nona duduk menghalang di Pintu depan. terucap dari bibirnya mau menunggu dan menyambut Hujan. meski telah hilang kepekatan yang terbawa Awan-awan. Nona tetap duduk menantang Angin tegas berhadapan. dia yakin tak akan ingkar janji dan menyatalah kabar kedatangan Hujan.

alkisah Pagi bergegas menyiapkan Jubah Pemberkatan. Bintang-bintang merapa fasih jutaan bentukan. Malam menggerogoti setiap celah kehangatan. Nona masih duduk menghalang di Pintu depan. sudah rapat diam bibirnya perihal menunggu dan menyambut Hujan. meski telah raib jejak perjalanan Awan-awan. Nona tetap duduk menantang Angin tegas berhadapan. dia yakin tak akan ingkar janji dan menyatalah kabar kedatangan Hujan.

alkisah Waktu tiada henti berputaran. Matahari dan Rembulan bergantian pajang tanpa sempat berpelukan. Darah mengering mengusutkan setiap jengkal permukaan. Nona belum beranjak, duduk menghalang di Pintu depan. katanya, dia mau menunggu dan menyambut datangnya Hujan.

– – – – – – –
Bandung – Cimahi, 11.08.2012 (14:30 – 20:04 WIB)
ketika Hujan hanya mampir sebentar, sekedar jalan-jalan, lalu sudah saja pulang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s