siang pinggir Sungai

kapan terakhir kau datang pada Mata Air dan Sungai-sungai? menyinggahi? menghirupi? merasai? kapan terakhir kau membiarkan Air menyusupi, mengaliri? kapan terakhir kau datang mengenalkan Kain-kain Bajumu berkelangsungan pada Sungai, Matahari, & Batu? kapan terakhir kau memeluk Batari Ibu dalam genggam erat Poseidon?

kalau aku, aku ingin setiap harinya mengalami. namun mustahil jika Pohon-pohon terus tercerabuti, Sungai-sungai sakit, Mata Air mati. bagaimana caranya aku membantu Kehidupan yang menghidupi? apa harus menjadi Tuhan Kecil?

dalam jerit luka yang terlalu, masih bisa nyata aku dapati betapa tetaplah mereka saling dukung menghidupi menyembuhi, tak mau mudah menyerah pada kekotaan dan keserakahan pemangsa keseimbangan hidup menerus kini. apa pernah kau sedikitnya menyadari?

– – – – – – –
22.07.2012 :: suatu siang di salah satu Mata Air pada aliran Ci Beureum

pinggiran Ci Beureum (foto oleh Kuke)
pinggiran Ci Beureum (foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s