[buat Hidup. buat Mati]

tidak tahu juga apa yang masih aku inginkan dari Hidup. bukankah ia-dia sudah menghidupiku bahkan lebih dari yang pernah aku mau? ~_~ sebisanya aku berusaha membalas budi pada Hidup. bahkan dengan cara yang cuma membuatku kalian pandang lusuh ~.~

aku pun tidak merasa perlu begitu cerewet mempertanyakan dan mengingatkan agar Mati tak lupa menepati janji. bukankah ia-dia adalah pertamanya nama yang muncul ketika aku mengetikkan ‘terpercaya’? ~.~ sebisanya aku kini giat mengumpulkan Pernak-pernik dan Pundi-pundi. untuknya yang setia menunggu masanya menepati janji. aku tak mau datang tanpa tersenyum lalu berpoles hampa ~_~

Hidup. Mati. aku bergeliatan gulir nian di antara kalian berdua sampai kini *_*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s