dalam Layung Pasir Langu

perempuan diam menduduk tak bisa menghalau Biru yang terhisap paksa sepenuhnya cinta Lembayung langlang. Semesta tak desah meradang. Angin tak cemas melayang. Matahari yang sempat membersitkan khianat di pertengahan petang sudah menunduk berpulang dan memulai kehidupan di sebagian lain kerut-kerut Bumi yang lelah merentang.

perempuan diam menduduk tak bisa mengusir bisu yang tersesat paksa sepenuhnya kungkungan Lembayung langlang. Bulan siap benderang. Bintang gelisah sekerlingan. Nyanyian yang berlagu sepanjangan riang sudah meredup bertutupan dan menempatkan Jangkrik di tiap-tiap lubang semayaman Malam.

tak ada lelaki yang datang. tak ada lelaki yang pulang. tak tahu sudahkah gegas ia pergi seusai datang di antara keraguan: sungguhkah pernah ia datang? benarkah ia tujukan berjanji untuk pulang?

Layung Pasir Langu, Cisarua, Kab. Bandung Barat (foto oleh Kuke)
Layung Pasir Langu, Cisarua, Kab. Bandung Barat (foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s