S3 itu. aku belum perlu.

aku bukan sedang membuang-buang Waktu. bukan sedang menyiakan umurku. malah sudah tepat rasa dan pikirku apa yang kuputuskan untuk ditempuh. aku justru sedang dengan tepat memanfaatkan masa pemberian Tuhan-ku.

boleh kau hitung. 2008 sejak 22 April 2007. 2009. 2010. 2011. dan sekarang 2012 lenggang lugu. sudah berapa tahun tepatnya itu? ya masih saja aku belum merasa perlu. kupikirkan berkali-kali, aku yakin aku belum perlu. lagi-lagi dengan sadar kubiarkan formulir-formulir kebutuhan kosong begitu. buat apa? jika ada Dr di depan. jika ada PhD di belakang. ketika Dr di depan atau PhD di belakang itu membuatku makin tinggi ke puncak tak tersentuh, tak bisa menghidupi lembah-lembah sebagaimana mestinya hak dan kewajibanku; maka masih sama seperti 2008, 2009, 2010, 2011, sampai kini di 2012 ku ~_~ aku yakin belum perlu itu. jika memaksakan pun aku hanya akan penuh merasa malu. bisa jadi akan sangat merasa malu.

iya, aku tahu pasal “tuntutlah Ilmu dari Buaian sampai ke Liang Lahat” itu. tapi ya aku juga kebetulan tahu, Tuhan bukan berkata, “koleksilah Gelar-gelar akademikmu!”

buatku, S3 itu sakral. masihlah sangat sakral. bukan sekedar perlu penelitian ala kadar. 10 tahun direduksi jadi 3 – 5 tahun tanpa alasan wajar. bahkan mungkin tak ada yang bersedia memikirkan mengapa hasil-hasil penelitian lebih memenuhi rak-rak lemari bukannya menghidupi sekitaran. aku berderak enggan. belum lagi, apa sudah tuntas kewajibanku setelah S2 berhasil ditaklukkan? apa sudah lunas tunai? entah kenapa aku bahkan belum merasa sudah sampai lalu layak merobek pembatas S3 di pintu depan.

dini hari. tanpa meminta siapa pun untuk memahami. aku belum hilang meyakini. aku belum perlu S3 itu. aku belum paham bagaimana kelak aku harus menanggung malu yang penuh jika dipaksakan sudah langkahku. aku bukan sedang membuang-buang Waktu. bukan sedang menyiakan umurku. malah sudah tepat rasa dan pikirku apa yang kuputuskan untuk ditempuh. aku justru sedang dengan tepat memanfaatkan masa pemberian Tuhan-ku.

iya, aku tahu pasal “tuntutlah Ilmu dari Buaian sampai ke Liang Lahat” itu. tapi ya aku juga kebetulan tahu, Tuhan bukan berkata, “koleksilah Gelar-gelar akademikmu!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s