ketika Hujan dan (masih) Pagi

1/ — 06:09 WIB

Pagi gerimis adalah jawaban atas sejumlah hati yang mengemis. ingin dimengerti. ingin dihargai. ingin dicintai. ingin dicumbui. ingin diberi sepenuhnya warna-warni. ingin diakhiri. ingin dimulai. ingin pongah jadi Matahari biar mutlak jaya sebagai pusat perputaran dan energi. lupa tapaknya adalah Manusia.

Pagi gerimis adalah pelukan atas sejumlah hati yang menangis. ingin hidup. ingin mati. ingin makan. ingin kaya. ingin jadi selebritis. ingin dipandang manis. ingin sehat. ingin sakit. ingin pongah jadi Matahari tanpa sadar bahwa Matahari tak dapat diganti. lupa detaknya adalah Manusia.

Pagi gerimis adalah Pagi beraroma manis. Rumput dan Bunga masih tertidur dalam senyum. Burung-burung berpelukan dalam harum. Pepohonan sorak-sorak bergembira dalam riuh yang tak mudah sampai tercium. Cacing-cacing berdansa pasal Kecoak-kecoak yang kedapatan almarhum. lalu Manusia hanya sibuk mengeluhkan Pagi, menyesalkan Gerimis, lupa akan dirinya, menyalahkan momentum.

2/ — 08:07 WIB

aku bisa bilang rindu ketika terbangun dan Pagi mempersembahkan aroma Hujan kesukaan. penat, lebam, perih, lara, rasanya aku bisa memaksakan diri untuk melupakan jejak-jejak yang warna kelamnya mulai kelihatan. ya itu tadi, karena aku akhirnya bisa menyampaikan rindu pada aroma yang hilang ketika bertubi datang hantaman. ya itulah butuhku, karena aku akhirnya bisa menghirup rindu setelah tak dapat kesempatan mengerdip, berinsipirasi, berekspirasi, hanya tertaut pada mengaduh pasca melayang akibat dentuman.

aku bisa bilang rindu ketika terbangun dan Pagi membisikkan rerintikan Hujan kesukaan. penat, lebam, perih, lara, rasanya aku bisa membiarkan diri untuk tersenyum bahagia pada kelam yang terus berkelebatan. yaitu tadi, karena aku akhirnya bisa menyentuh dan merenggut aroma yang rasanya lama sekali tak menyapa. ya beginilah ini, karena aku akhirnya bisa berpuas hati mengolah adonan rindu bercitarasa damai hingga harumnya menenangkan jiwa.

aku bisa bilang rindu dalam Pagi. akhirnya aku bisa kembali bilang rindu bahkan kepada Pagi.

3/

*belum dilanjutkan. butuh Sarapan. dan server blog langganan masih awut-awutan.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s