Manik. Bintang. Manusia.

aku pikir saat ini aku sangat butuh Manik-manik berhamburan memenuhi Langit hamparan. aku cemas Bintang-bintang sudah tak lagi mampu mencukupi kebutuhan binar yang mampu mengalihkan mataku dari kemampuannya membuka Gerbang Airmata. aku yakin saat ini aku sangat butuh Manik-manik bukan sekedar menempel di pipi Boneka Porselen Cantik selusin lima puluh ribuan. aku sudah menghargainya sepadan dengan Bintang-bintang meski mereka sama sekali tak bisa memadu kesepakatan. aku tahu tak bisa berharap pada Manusia. aku sadar tidak aku punya tempat di hati para mereka yang merasa tinggi derajatnya. aku sudah tak ingin bersandar pada hati Manusia. aku biarkan terbukalah segala yang sekian lama terlarang dalam perjalananku di Dunia Manusia. biarkan. sudah biarkan. sudah tiba masanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s