Semesta. Manusia.

*renung di setiap jatuhan sinar Matahari yang tak pernah ragu

aku tak memintamu untuk terlebih dulu datang ke Candradimuka agar jelas mampu kau lurus menatap kearahku. bahkan tak ada barisan kata menyita ruang-ruang Lontar demi kemudian kau penuhi dan layaklah dirimu melahap habis keseluruhan rahasiaku. aku tak merasa perlu menjadi begitu pongah hingga menyusahkan kau dalam kepentingan menikmatiku. aku tak merasa harus menjadi begitu tinggi ketika menghadapi kau yang butuh menyesapku lebih dalam dari tiap kali ke kali sepanjang umurmu. apa haknya aku menjadi begitu? karena Manusia lah engkau dan Semesta lah aku?

aku tak mau mengkusutkan untaian Benang Merah penghubung batinku dan batinmu. kalau lah itu terjadi, tak mau aku itu semata karena ulahku yang menaikkan dagu dan membusungkan dada terhadap kehidupanmu. aku tak merasa perlu menjadi begitu pongah terhadap kau yang berdampingan hidup denganku. aku tak merasa harus menjadi begitu tinggi ketika menghadapi kau yang sudah terlalu sering tergoda memandangku rendah dan semakin rendah bahkan dari dataran yang tak seberapa tinggi dibanding umurku. apa haknya aku menjadi begitu? apa haknya aku menjadi begitu? karena Manusia lah engkau dan Semesta lah aku?


sepanjang lingkup Hutan Kecil Tahura. sepanjang perjalanan Jelajah Geotrek Lembah Ci Kapundung. 12.05.2012.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s