aku.. pulang dulu..

berpijak tidaknya kedua kakiku biarlah menjadi rahasia saja, Adik-adik Rumput. mari kita biarkan seisi Semesta berjenak terlena kehadiran Hujan seusai sepenuhnya matang bersama sengat Matahari yang terlalu senang. jangan bilang-bilang aku sedang menerbang mengarah pulang. jangan kencang-kencang melambaikan selamat jalan biar aku tak sampai terhadang. kalian bisa lihat itu? Kakak-kakak Angin sudah mengulurkan tangan dan senyum. entah sudah berapa lama. entah sudah berapa masa. seperti biasa tak ada yang sudi mengaku betapa mereka merindukan aku bukan? sudah. entah. biar saja. diam-diam saja. ini kita punya rahasia.

jaga diri baik-baik sementara kalian, Adik-adik Rumput. aku janji tak akan terlalu jauh mengangkasa bahkan terlalu mblusuk ke Hutan Angkara. itu Kakak-kakakku. tak akan ada rambu terlanggar yang bisa merayu. kita akan segera bertemu. kita akan segera kembali bermain Gundu. tapi nanti ya, aku harus menurut biar tak tertolak Gerbang Kerajaan Angin. Ibu dan Ayah sudah memanggilku. seperti biasa tak akan mereka mau mengaku betapa mereka rindu bukan? sudah. entah. biar saja. diam-diam kita. rahasiakan juga pada Hujan yang kucinta.

aku.. pulang dulu..

– – – – – – –

*inspirasi: Joe Hisaishi – Kaze no Toorimichi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s