pada Malam belum Purnama

Bulan sampai di tiga per empat kecantikan. Langit memaksa Abu Awan pergi, memberi ruang pada leganya kebebasan Angin memenuhi keterbukaan Ruang. Bintang terlihat satu. Istana tegar menganggun padu. Lelaki datang dengan tuju. entah berbincang, entah bertanya, sekedar diam atau ruah meradang pilu. Bulan pelan melaju dalam Dingin sayup meragu. Lelaki ingin resah segera berhiaskan keramaian Cahaya menyaru Debu-debu.

“maka apakah sebenarnya semua ini? apa sebenarnya semua yang dihadapi ini? kenapa pengabaian diberlakukan pada besarnya permasalahan? apa sungguh ini sama sekali bukan permasalahan?!”

Bulan sampai di tiga per empat kecantikan. memahkotai Langit dengan Dayang-dayang Awan. Lelaki renung menikmati diam. ia berbincang, ia bertanya, ia ruah meradang mencari jawaban. Angin menahan Dingin merapatkan rentangan. Lelaki diberkati Malam berpeluh Debu-debu Bintang.

“maka apakah sebenarnya semua ini?”

pada Malam belum Purnama (foto oleh Kuke)
pada Malam belum Purnama (foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s