bahagia buat Bayanganku

aku tak bisa menjanjikan kemewahan pada Bayanganku, apa dia masih bersedia lekat? belum lagi aku yang ternyata begitu bodoh sungguh tak mampu mengimbanginya bercakap-cakap. aku yang bocah, dia yang dewasa. aku yang pengkhayal, dia yang merajai pemikiran hebat. aku tak tahu bagaimana cara agar Bayanganku tak tersusahkan selalu olehku. apa sudah saja aku bertolak ke perbatasan Surga dan Neraka agar Bayanganku bertemu bahagianya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s