ahaha..

bernyanyi itu bukan aktivitas baru. setiap hari juga aku bernyanyi. formal. non formal. kamar sendiri. kamar mandi. perjalanan. sesukanya hati sampai kadang bikin kesal orang lain.

hari ini, aku bernyanyi di kedai. Leaving on A Jet Plane. aduuh! pias panas! tapi aku tetap bernyanyi. diiringi permainan Gitar teh Uta. direkam *omigod*. dilihat nyaris tanpa kedip. dinikmati. meski sesudahnya ya aku kabur lari! *bukan hal baik, lari dari depan audiens*

so you’re just leaving after you’re leaving ya?“, ungkap mereka sambil tertawa geli begitu aku langsung ngumpet lagi di balik daerah kekuasaanku. tak ada yang tersinggung. pias merah tomatku pasti terlihat jelas sekali.

but, thank you. you have a beautiful voice, lady. bagus sekali. thank you.“, pria sebaya Pianis dan Ayah Alam yang berkebangsaan Belanda itu memujiku tanpa canggung. langsung di depan aku yang bersembunyi di balik monitor. belum lagi kemudian ia memberiku bonus tak terduga. haduuuh.. malunyaaa *meski sebenarnya kenapa juga harus malu? mungkin seperti itulah caranya ia mengapresiasi suaraku? tapi ya, ini kali pertama.*

bernyanyi itu bukan aktivitas baru. selalu aku lakukan bahkan pada Langit dan Hujan. tapi baru kali ini.. rasanya panaaasss sekali! macam luapan energi. tak bisa dibilang tak menyenangkan. begitulah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s