Gerbang Harapan arah Burangrang

ia mengajakku berkeliling. laju di atas Bermesin Roda. membentur-benturkan diri pada Udara. dengan Angin berpacu lomba. mencari-cari Halilintar belum unjuk rupa sekedar suara. menelan kemuakanku pada puluhan temuan papas. Manusia. Ma-nu-si-a. M-a-n-u-s-i-a.

ia tak berkata apa-apa. membiarkanku hilang Akal kedepankan Rasa. pahami aku menyurut dasarnya. pahami aku tiada jiwanya. ia tak berkata apa-apa. sampai Langit memintaku menoleh arah lalu setengah memekik bertanya, “itu apa?“. dan Burangrang jadilah jawabnya. “itu Burangrang.”, katanya. hentilah Mesin dan Roda.

ia tak meributkan Waktu dan Cuaca. membiarkanku menemukan Harapan berjarak di Ujung Cakrawala terhalang. merelakan detik-detik Jiwaku menyesap tak kasat mata. menghadiahkan Terang teruntuk Kegelapan.

ia tak meminta. namun “terima kasih” lah berdampingan Kekasih bermakna 🙂

kau selalu punya cara untuk membuat aku hidup dan menghidupi Kehidupan lebih lama. sejak bersama lah mulanya. sejak memahami akulah adanya.

.

kau selalu berusaha untuk membuatku tak kehilangan binar utama. seperti jelangan Senja inilah adanya. seperti masa-masa lalu pertama kau menjelma bersama adanya.

Gerbang Harapan arah Burangrang (foto oleh Kuke)
Gerbang Harapan arah Burangrang (foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s