mari kita bercakap-cakap, Hujan

hai Hujan, apa kabar? apa kau sudah sempat mandi setelah seharian gerah menghadang? aku sendiri belum mandi. cuma sempat cuci muka juga sikat gigi. eh, bukan cuma sempat sih. aku sendiri yang memilih tak perlu mandi. tubuhku sedikit menggigil di jelangan Pagi. jadi, tak perlu malu 😀 aku juga belum mandi 😉

Hujan, ramai ataukah sepi dirimu kali ini? Sore sudah siap-siap memamerkan Berlian-berlian yang dibelinya di Pasar Antri Cakrawala kemarin. Siang sudah terikut kau yang mengalir. aku sedang menanti Waktu tik-tak-tik di sini. kekasihku janji menghampiri. kami ada sekian banyak bahan berbincang yang belum tuntas, baru aklimatisasi.

Hujan, kenapa kau diam meringkuk begitu rupa? apa kau sedang tidak ingin sedikit pun berbagi resah? ayolah. mari kita bercakap-cakap, Hujan. meski aku terlalu kecil untuk jadi kawan bicaramu, tak sebanding dengan kemegahanmu, bukankah setidaknya kau sudah paham aku lah si Pendengar Terbaik Nomor Satu dalam rinaimu?

Hujan, kau tak pernah benar-benar sendiri 🙂

Beautiful Rain (source: imageshack.us)
Beautiful Rain (source: imageshack.us)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s