semoga rindu tak buntu

aku tak meminta. tapi Pagiku dibukakan dengan barisan Awan Bongkah-bongkah dan Biru Lembut yang cukup lama ditarik dari peredaran. aku sumringah.

Tuhan menggamit. aku bersegera. Air menunggu di sepetak kolam. Poseidon tak di sana. tapi Tuhan meyakinkan akan ada tumpukan bahagia menanti kuselami meski semenit saja.

aku tak meminta. tapi Pagiku bergelimangan Air bersaksikan Biru membuat segalanya berbeda. lihatan belum utuh dibukakan Tuhan. aku tak masalah.

Langit tiba-tiba bicara, tak bisa menunda Angin dan salam yang ia bawa. Poseidon. Rumahku. nun di sana. mereka bilang, “semoga rindu tak buntu ya.” 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s