menjadi “virus”

aku senang ke sana-sini, menjejak di mana singgah, sekedar mampir tidur bahkan nyanyi. ada lebih dari satu hal yang aku lakukan. lalu karena aku tak punya kemampuan mencukupi untuk menggambar dengan pensil dan kertas, aku mencoba meninggalkan jejak dengan segala apa dalam batas kemampuanku, menggunakan apa yang bisa kuraih kutemukan. bagaimanapun harus ada jejak. meski tipis dan hanya bisa dinikmati segelintir mata yang awas. jika kemudian caraku meninggalkan jejak, jika kemudian setiap jejak itu meninggalkan kesan, jika kemudian cara itu malah menumbuhkan sesemakan baru, apa aku harus tinggal dalam kerimbunan itu??

aku senang ke sana-sini, menjejak di mana singgah, sekedar bermutasi bahkan. aku curiga aku mulai tertarik dan menyenangi diri sendiri yang tengah menyaru jadi semacam “virus”. entahlah. tak tahu. aku senang saja. aku harus tetap ke sana-sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s