Januari Damar. Februari Rakata.

Waktu itu suka mendadak romantis, memberi kejutan-kejutan yang membekas manis. termasuk ketika di dua bulan awal milik 2012 aku dipertemukan dengan dua bocah lelaki yang sudah lama ada di pikiran, di lisan, terbayang jejak polahnya sudah di mata, laluuu.. taraaa.. walaaa.. nyata di hadapan dan terasa lembut empuk di tangan. selayaknya bocah, aroma keduanya langsung lekat. bedak tabur. telon. begitulah.

Januari adalah kejutan pertama bernama Damar. nama lengkapnya aku lupa-lupa ingat. pastinya ia diberi keagungan Bhisma, salah satu tokoh pewayangan dengan segudang cerita, namun tak tergoyahkan kesetiaannya pada negara. menurut ibunya, lelaki kecil satu ini pemilih. orang baru yang datang tak lantas diberi senyum. ketertarikan dan antusiasme yang ditandai dengan bibir mungil mecucu sangat tak mudah dikeluarkan. apalagi sampailah ia penuh celoteh bercerita. dan sore itu, semuanya berbeda. aku dihadiahi senyum, tawa, bibir mecucu, alih-alih setujulah ia mampir sebentar ke gendonganku, bahkan menerima kecupan menjelang pulang. kenapa ia manis begitu? entahlah kenapa mudah akrab begitu. pastinya aku langsung setuju ketika ibunya meniatkan si lelaki kecil berganti nama saja menjadi Damar Tepi Langit. karena bisa jadi kelak kami yang saling suka akan beraktivitas bersama, sederhana, ngobrol ringan-ringan saja tentang Semesta dimasanya.

Damar (foto oleh Kuke)
Damar (foto oleh Kuke)

Februari adalah masanya Rakata. nama lengkapnya Rakata Jingga Buana. lelaki kecil penggemar berat Kereta Api yang lebih tua dibandingkan lelaki kecil Januari. kecerdasannya tampak berimbang dengan binar mata dan lelarian kaki-kaki kecilnya yang tak bisa diam. belum lagi ketika kami pertama bersama (di Lavie), entah berapa bocah (yang lebih tua yang lebih muda) disapa dengan ramahnya meski tak berbalas. lalu di menit-menit berikutnya lagi, ketahuan sudah Rakata juga suka berbagi cerita, suka memperagakan kebiasaan-&-kebisaan karakter-karakter film yang sudah ia paham, suka berlarian sana-sini tak kenal henti ketika diajak jajan dan berbelanja. aku merasa senang bersamanya. seperti menemukan kaumku sesama Angin. entahlah. bisa jadi iya. entah jugalah. karena kalau pun iya, Semesta masih akan panjang umur dengan ia didalamnya.

Rakata (foto oleh Kuke)
Rakata (foto oleh Kuke)

Waktu memang suka mendadak romantis, memberi kejutan-kejutan yang membekas manis. buktinya Januari dan Februari-ku dibunga-bungai dengan kehadiran Damar dan Rakata tanpa carik proposal hati. tak ada dugaan akan bersama dalam apa kelak kami nanti. tapi, baiklah aku setuju dengan Semesta ini kali. Waktu itu ya memang suka mendadak romantis, memberiku dua lagi kejutan manis.bocah lelaki. aroma bedak tabur. harum minyak telon. begitulah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s