ketika Pagi mengendap-endap

ketika Pagi mengendap-endap datang, ada Biru meniadakan jejakan benang. pemuda Laba-laba yang dibangunkan Angin dan Matahari sontak tak mau kehilangan Waktu. ia menjejak Langit bersama semangat hari baru.

ketika Pagi mengendap-endap Siang, ada Matahari mengintankan Embun. Hijau tak sedikit pun cemburu pada timpanya Keemasan. dia membiarkan Embun berjemur dalam nikmat dan syahdu.

ketika Pagi mengendap-endap terbersit laju berlalu, ada si Mungil bergelayut Jingga meminta jadi pusat Semesta selagu. ia tergugu. Semesta membiarkannya dicumbu bangga berpadu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s