perjalanan Udara, kelana Angin

para Angin tidak sedang membawa dendam amarah sesiapa. tidak sedang mengiringi lafaz kutuk maut perenggut. tidak sedang ramai-ramai berdemontrasi ala manusia menyuarakan segala-apa-padahal-apa-iya. bukan pula sedang membenarkan prasangka buruk dalam pikirmu itu. Udara hanya harus bergerak bersama irama tak biasa, dalam tempo ribuan ketuk berlipat ganda, dimana Awan-awan Badai tak bisa mengelak terikut menggelapkan, padahal Biru Langit masih setia pada tempatnya. ini perjalanan Udara, kelana para Angin akibat titah Tuannya, begitulah adanya, sungguh begitulah sebenar-benarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s