Pesta Peri Taman Ambang Hari

mari kita serahkan sebentar detakan hidup pada seekor Tawon Belang Kuning Pink. biarkan saja apa maunya. lepaskan saja ke mana perginya. mari kita serahkan sebentar urusan berat demi meringankan hati juga kepala. bukannya agar apa, bukan pula supaya siapa. bukan sebukan-bukannya yang sanggup kau pikir dan paham. serahkan saja lalu mari ikuti langkahku yang setengah tak menapak coklatnya Tanah. aku mau membawamu ke suatu tempat di mana kau pun akan lupa apa yang ingin dilupa. di sana kau bahkan tak akan lagi menemukan apa yang sekuat-kuatnya ingin kau hempaskan di pojokan terabaikan oleh Tuhan. ayolah. ikut. cobalah. ikut. cobalah barang sebentar turunkan dulu perihal rugi-laba dari atas kepalamu dan biarkan helai-helai rambut berbahagia sebagaimana mestinya. mau kujamin sebesar apa hingga setimpal semua dengan “apa untungnya buatku?” yang selalu jadi andalan kilah? ayolah.. ayoo..

nah. kau lihatkah? ada Bunga Hijau Berdaun Emas. ada Pohon Jingga Beranting Perak. keseluruhan Buah Ranum Bening tengah jadi santapan pesta Peri Taman Ambang Hari. masih sanggupkah kau dengar denting dawai Harpa juga ketuk syair Bintang yang digubahkan Dewa Angin? ayolah.. ayoo.. sudah jauh-jauh kau kuajak ke sini, apa ingin kau habiskan dengan wajah cemberut tanpa bersedia dansa-dansi? ya, tak apa. tak mesti dansa-dansi. tapi tolong hapuskan gurat melengkung tak bahagia itu seketika jadi senyuman Sabit malam yang masih jauh dari Purnama. tolonglah hapuskan muram itu. pesta ini perlu riang bentuk. pesta ini begitu rapuh. tolonglah jauhkan muka kusutmu sebelum Matahari memaksa dengan segera keluar dini hari.

mari kita serahkan sebentar kesetimbangan hidup pada sekuntum Mawar Hitam Berdaun Biru Permata. biarkan saja apa kehendaknya. diamkan saja jika keluar ancaman gugurnya. mari kita serahkan sebentar urusan berat demi meringankan hati juga kepala. tak soal agar apa dan supaya siapa. aku hanya ingin mengajak kau ke pesta Peri di Taman Ambang Hari demi rasa pedih ketika melihat kau menghapuskan “terbit senyum” dari ruang kepala malahan hati, demi rasa marah ketika melihat kau menutup mata perihal Fajar dan Senja hari. adakah ini semua akan berarti? akankah berarti? ayolah.. ayoo..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s