Perempuan di Senja Berpelangi

Perempuan menyongsong Senja (foto oleh: Kuke)
Perempuan menyongsong Senja (foto oleh: Kuke)

Perempuan berjalan khidmat mereguk keseluruhan segar yang disisakan hujan lamat-lamat. Aspal membasah. Trotoar batu membasah. Kayuan pohon membasah. Dedaunan merasa sejenak hidup lebihlah hidup dalam tataran nikmat tiada tara. Perempuan terus berjalan khidmat mereguk keseluruhan bara yang terpadamkan titik-titik air. Langit pelan-pelan meredupkan Matahari manakala Awan-awan bergairah menari mematikan waktu.

Pelangi memanggil. Lirih. Pelangi memanggil. Perempuan menampik. Anggapnya itu godaan lirih Angin. Matanya tersita Langit. Pijar imajinya terenggut Awan. Ketakutannya tertelan lapisan-lapisan bentang Gemunung.

Pelangi memanggil. Lirih. Pelangi terpekik memanggil. Perempuan menampik. Anggapnya itu sekedar lelarian cucu-cucu Angin meminta perhatian lebih. Cintanya terjerat Senja. Ruhnya menghamba siap sirna. Enggan menoleh pada Pelangi. Enggan menoleh pada Pelangi. Pelangi masih terus memanggil. Perempuan terus saja menyongsong Senja. Terus saja.

Pelangi Senja Hari (foto oleh: Kuke)
Pelangi Senja Hari (foto oleh: Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s