sejenak (tak berdaya)

momentum tak-berdaya adalah anugerah diam-renung. sudah sampai di mana perjalanan? sudah berbuat apa untuk (meskipun) kehidupan-kehidupan kecil? sudah setebal apa kini benteng ayo-jangan-jadi-takabur? sudah selekat apa rasa syukurmu terhadap hati? sudah sebanyak apa benih bahagia disemai oleh selain dirimu? sudah siapkah untuk terus naik kelas hingga puncak? masihkah bersikukuh pada keberpihakan akan nilai-nilai baik?

burung-burung mungil mampir berisik di pucuk genteng, ya di atas kamarku. membangunkan, mewartakan soal ceria biru langit dan gugusan awan pemikat kesukaan mata dan hatiku. hingga diam-renung mesti bangun, beranjak, lalu berhenti di pojok balkon. adanya airmata. seketika aku bercita-cita ingin mengecup Tuhan dengan sayang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s