Menikah? Ya..

Di kisaran 40an hari menjelang, si eiykeh akan genap berusia 32 tahun ^_^ ho ho hooo..

Tapi ini bukan pengumuman loh ~_~ cuma sekedar catatan untuk mengingat apa yang sudah perlu diganti atau dilengkapi, dan apa yang perlu disiasati agar tak merusak hari *hahayyy*

Dalam pusaran hari-hari di kisaran 40an hari ke depan nanti nih si eiykeh harus siap mental tahan banting dengan segala macam hal yang lebih potensial annoying dan menyebalkan ketimbang membahagiakan.

Yohooo.. dijamin setiap hari, di pembuka-tengah-&-penutup hari, akan ada basa-basi yang jatuh2nya itu super-basi karena cuma melulu di satu topik yang termasuk dalam kategori bukan-favorit dan dari satu orang dengan dukungan sepasang merpati yang sudah buru2 pengen jadi raja-ratu sehari: marriage. Parahnya lagi, kadang tanpa diduga seluruh dunia kompak tuh di satu topik itu ~_~ *halah.. halah..*

Hemh, sebenarnya kamu ini apa ya ndak kepengen nikah tho, Kuk?? Ndak kepengen punya anak??

Haiiittsss ^_^ yang bilang ndak kepengen itu siapa? Pengen kok ^__^ terakhir (yang ketiga sepanjang hidup) sekitar tahun lalu ketika praduga sampai pada, “klik!”. Sesudah itu.. t-e-w-a-s! Belum muncul-muncul lagi tuh si kepengen heuheu. Habisss.. gimana ya? Hati ini memang susah menyerah, Kawan ~_~ Apalagi jika si eiykeh langsung dibombardir dengan segala macam persyaratan yang menutup jalan cita-cita dan kesukaan dengan dalih demi.. demi.. dan demi..

Dalam paham si eiykeh, pernikahan itu bukan karena dikejar usia atau dikejar 2012. Bukan kotak. Bukan semata-mata menyelamatkan cinta dari jerat nafsu yang dipandang belum halal tanpa keterikatan, lalu dengan pongah mengatasnamakan “menggenapkan setengah din”. Bukan pula sekedar kebutuhan mencecerkan keturunan sana-sini *mencecerkan = umbar punya anak, tapi tak menghargai dan merawat si anak*. Pernikahan adalah persahabatan tingkat tinggi yang bukannya akan mengurangi nilai diri, justru semestinya meningkatkan. Tidak ada pemaksaan menjadi sama. Dua tetaplah dua, ada satu penghubung yang merekatkannya. Ketika tiba masa terbang bersama, tak ada yang tertinggal. Satu memberi pertimbangan, satu menetapkan. Harmoni kerjasama dan tetap saling menghargai kedua sayap itulah yang akan mengantarkan suatu pernikahan sampai pada kontribusi tertinggi pada hidup.

Ituuu.. dalam paham si eiykeh yang masih bertahan yakin dan santai-santai saja, sementara di sisi lain yang terdekat nih ada yang sudah mulai kebakaran jenggot takut keburu tua membina rumah tangga ^_^ Idealis boleh dong! Perceraian itu kan sama sekali bukan menu favorit Tuhan. Belum lagi di zaman yang makin bias antara jelas dan tidak-jelas ini mutlak dibutuhkan pria yang tidak suka membatasi pemikirannya, tidak cuma pandai-bicara-tanpa-pandai-bertindak, pria yang punya ketetapan hati kuat dengan daya juang tidak diragukan, juga bukan penggemar suka-menghilang-di-saat-genting. Karena si eiykeh butuh partner ^_^ partner untuk menjaga agar setidaknya Bumi tetap merasa nyaman sampai masa ia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Di kisaran 40an hari menjelang, si eiykeh akan genap berusia 32 tahun ~_~ dan masih menjalani hidup tanpa kecemasan-kecemasan yang hanya potensial menghalangi diri total bertanggung jawab pada diri sendiri dan hidup yang dihadiahkan Tuhan selama ini dan entah sampai berapa masa lagi.

Dalam pusaran hari-hari di kisaran 40an hari ke depan nanti nih si eiykeh harus siap mental tahan banting dengan segala macam hal yang lebih potensial annoying dan menyebalkan ketimbang membahagiakan.

Tapi kalau boleh punya saran, sudahlah.. tidak perlu ^_^ biarkan saja. Daripada buang waktu percuma mengurusi dan sibuk buang waktu dengan si eiykeh yang kian tampak tak peduli ini kan tentu lebih baik berbuat kebaikan dan hadiahkan itu pada Bumi. Karena asal tahu saja, si eiykeh punya setting begini nih: “semakin kau ribut semakin tak pedulilah aku ~_~ toh duniaku tak berporos padamu*makkk.. anak Tebing kali lah ya awak niy.. heuheu..*

Suatu saat, si eiykeh akan menikah dan punya anak. Kalau pun salah satu tidak atau bahkan keduanya tidak terjadi, ya sudah.. tak apa ^_^ Karena dunia pilihan hati ini tak berporos pada keduanya melainkan pada kehidupan itu sendiri. Apa masih belum cukup??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s